Cari Artikel
Air lindi (leachate) dapat didefinisikan sebagai cairan yang meresap melalui limbah padat yang cairan tersebut mengekstraksi material organik yang ada dalam sampah yang kemudian akan terlarut atau tersuspensi dalam cairan tersebut (Tchobanoglous, 1977; Damanhuri, 1993).
Selanjutnya menurut Wilson (1977), air lindi adalah cairan yang berasal dari lahan pembuangan sampah yang terdiri dari larutan, suspensi dan/atau mikroorganisme kontaminan yang berasal dari sampah padat.
Air lindi ini mengandung bahan-bahan kimia dan mikroorganisme, di antaranya BOD, TOC, COD, total suspenden solids, organic nitrogen, ammonia nitrogen, nitrat, total, phosphorus, ortho phosphorus, alkalinitas sebagai CaCO3, pH, total hardness sebagai CaCO3, calcium, magnesium, potassium, sodium, chloride, sulfat, total iron dan juga logam berat di antaranya cadmium dan timbal (Frederick G Pohland, et al., 1985).
Untuk membuat pupuk cair dibutuhkan alat atau wadah yang disebut dengan komposter. Biasanya terbuat dari tong sampah plastik atau kotal semen yang dimodifikasi dan diletakkan di dalam ataupun di luar ruangan. Komposter dengan bantuan aktivator kompos mampu mengubah sampah sisa rumah tangga menjadi kompos hanya dalam waktu 10-12 hari. Dengan instalasi udara di dalamnya, komposter membantu proses pengomposan aerob dengan baik dan mempercepat proses penguraian sampah. Selain itu komposter juga mampu menjaga kelembaban dan temperatur, sehingga bakteri dan jasad renik dapat bekerja mengurai bahan organik secara optimal. Komposter juga memungkinkan aliran lindi terpisah dari material padat dan akan menguntungkan bagi pembuatan pupuk cair (Sukamto, 2007).
Penelitian yang pernah dilakukan terkait dengan air lindi :
- Penelitian yang dilakukan oleh Agustina Budi Rahayu Andayani (2002) dengan Judul Dampak Pemanfaatan Air Lindi Terhadap Proses Pengomposan dan Kualitas Kompos dari Sampah Organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
- Semakin banyaknya penambahan konsentrasi air lindi hingga 50% memberikan dampak terhadap proses pengomposan berupa kenaikan rerata temperatur harian.
- Penambahan air lindi ke dalam proses pengomposan hingga 50% memberikan dampak berupa semakin lamanya proses pengomposan sampah organik.
- Peningkatan konsentrasi air lindi yang disiramkan ke dalam proses pengomposan memberikan dampak yang nyata terhadap berat akhir kompos yang dihasilkan. Semakin banyak air lindi ditambahkan hingga 30% memberikan dampak positif berupa kenaikan berat akhir kompos.
- Selama proses pengomposan, rerata pH mengalami penurunan pada minggu kedua kemudian terus mengalami kenaikan sampai kompos matang.
- Kualitas kandungan unsur hara kompos yang dihasilkan dipengaruhi oleh adanya penambahan air lindi, kecuali total fosfor tidak ditemukan adanya beda nyata dari masing-masing perlakuan.
- Penambahan air lindi ke dalam proses pengomposan tidak memberikan dampak yang nyata terhadap rerata rasio C/N kompos. Pada akhir pengomposan didapatkan rerata rasio C/N seluruh perlakuan mengalami penurunan.
- Pemanfaatan kembali air lindi yang dihasilkan dari sampah organik sampai pada aras tertentu secara umum memberikan dampak positif terhadap proses pengomposan dan kualitas kompos yang dihasilkan sehingga mengurangi beban pencemaran terhadap lingkungan baik dari segi biotik dan abiotik yang pada akhirnya mempengaruhi pula tata kehidupan masyarakat yang meliputi segi sosial, budaya dan ekonomi.
- Penelitian yang dilakukan oleh Sukamto Hadisuwito (Bapak Pupuk Cair). Dengan berbekal pengalaman dari OISCA (Organization for Industrial Spiritual and Cultural Advancement) Jepang, Sukamto menciptakan bioaktivator untuk pengolahan sampah organik rumah tangga. Bioaktivator untuk pembuatan pupuk cair ini diberi nama BOISCA. BOISCA adalah bioaktivator khusus untuk pembuatan kompos cair dari sampah rumah tangga. Menurut Sukamto, komposisi pemakaian BOISCA adalah dengan menambahkan 1 tutup botol BOISCA ke dalam botol lindi kemudian didiamkan selama 1 malam.
Yuk bikin dekomposter sederhana :
- 2 buah botol yang berbeda ukuran mulut botol, boto pertama pilih ukuran mulut botol yang lebih kecil untuk menampung sampah organik, sedangkan botol yang kedua untuk menampung air lindinya yang nantinya bisa kita gunakan untuk pupuk organik cair.
- Buat beberapa lubang kecil pada tutup botol pertama untuk mencegah sampah organik ikut terbawa bersama air lindinya.
- Buat lubang pada tutup botol kedua sesuai dengan ukuran mulut boltol yang pertama.
- Masukan mulut botol pertama kedalam lubang yang kita buat pada tutup botol kedua, kemudian rapatkan dengan cara memasang tutupnya pada botol yang pertama.
- Dan satukan kedua botol dengan cara memasangkan tutup botol kedua dengan tutupnya yang sudah menempel pada botol yang pertama.
- Potong bagian kaki pada botol yang pertama untuk tempat memasukan sampah organik.
- Buat lubang tali pada botol pertama untuk menggantung komposternya. Dan komposter siap digunakan.
Cara Penggunaannya :
masukan sampah organik yang sudah dipotong kecil-kecil dan dibasahi dengan dekomposer(mol/em4). Air lindi akan mulai keluar setelah 2 atau 3 hari setelah sampah dimasukan.
Cara panen lindi :
Lepaskan botol pertama (botol tempat lindi) dengan cara menahan tutup botol dan memutar botolnya.
Catatan:
- Beri tutup pada tempat masuknya sampahorganik agar tidak ada lalat atau serangga lain yang masuk dan bertelur didalam komposter kita.
- banyaknya air lindi yang dihasilkan tergantung dari bahan organik yang kita pakai.
- campur air lindi dengan air tanah (bukan PAM) dengan perbandingan 1: 10 (1 literlindi untuk 10 liter air), dan gunakan untuk menyiram tanaman
Air Lindi untuk Hidroponik
Percobaan yang pernah ane lakukan dengan air lindi sebagai nutrisi hidoponik adalah dengan mencampurkan ½ gelas air mineral air lindi dan 5 gelas air cucian beras masam (yang sudah didiamkan selama min 3 hari) ke dalam 5 liter air.
Meskipun pertumbuhannya tidak secepat dengan menggunakan AB-Mix tetapi kangkung yang ditanam secara konvensional dengan kangkung yang menggunakan nutrisi air lindi ini dapat dipanen dalam waktu yang bersamaan walaupun perbedaan waktu tanam menggunakan nutrisi air lindi lebih cepat 5 hari dari yang ditanam secara konvensional.
Rendy Achmad
Agustus 19, 2018
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Sekilas Tentang Air Lindi Sebagai Pupuk Cair Organik
Posted by HOT Gardener on Minggu, 19 Agustus 2018

Menurut Wikipedia, Sekam adalah bagian dari bulir padi-padian (serealia) berupa lembaran yang kering, bersisik, dan tidak dapat dimakan, yang melindungi bagian dalam (endospermium dan embrio). Sekam dapat dijumpai pada hampir semua anggota rumput-rumputan (Poaceae), meskipun pada beberapa jenis budidaya ditemukan pula variasi bulir tanpa sekam (misalnya jagung dan gandum).
Secara anatomi, sekam terbentuk dari bagian perhiasan bunga padi-padian (spikelet) yang disebut gluma, palea, dan lemma. Pada tongkol jagung konsumsi, ketiga bagian ini tereduksi sehingga tampak seperti sisik pada permukaan tongkol. Pada padi, gluma mirip seperti dua duri kecil di bagian pangkal. Palea adalah bagian penutup yang kecil, sedangkan lemma adalah bagian penutup yang besar dan pada varietas tertentu memiliki "bulu" (awn). Pada bunga gandum, ketiga bagian ini berkembang baik.
Sekam diperlukan untuk keperluan penanaman ulang tanaman ini. Bulir tanpa sekam (disebut beras untuk padi) tidak dapat digunakan sebagai bahan tanam, kecuali pada kultivar tanpa sekam.
Spikelet (bunga padi-padian) sejenis gandum yang disebut einkorn.
Bulir dari berbagai tanaman pangan yang didomestikasi memiliki sekam yang mudah lepas. Tipe-tipe primitif padi, gandum, serta beberapa biji-bijian lainnya bijinya cenderung tertutup rapat oleh sekam. [1] Kultivar-kultivar modern gandum dan padi memiliki sekam yang mudah lepas atau mudah dipecah ketika digiling.
Proses pemisahan sekam dari isinya dulu dilakukan dengan penumbukan gabah memakai alat tumbuk (biasanya berupa alu dengan pemukulnya). Pada masa kini orang memakai mesin giling dan prosesnya disebut penggilingan. Penggilingan atau penumbukan akan menghasilkan beras yang masih tercampur dengan sisa-sisa sekam atau pengotor lainnya. Tahap pembersihan berikutnya adalah pengayakan; secara tradisional dilakukan dengan melemparkannya ke udara sehingga bagian yang lebih berat terpisah dari bagian yang ringan.
Sekam tidak sama dengan bekatul (atau bran). Bekatul termasuk bagian dari endospermium dan terbentuk dari lapisan aleuron dan perikarp yang melekat.
Sekam tidak dapat dimakan. Ia digunakan terutama sebagai alas kandang karena sangat higroskopis sehingga menyerap cairan atau kelembaban. Beberapa hewan dapat menoleransi sekam sehingga campuran pakannya mengandung sekam. Selain itu, sekam dapat dibakar di ladang untuk dicampurkan ke tanah. Suatu teknik hidroponik murah telah dikembangkan menggunakan arang sekam sebagai media untuk menahan tanaman.
Ditinjau data komposisi kimiawi, sekam mentah dan sekam bakar mengandung beberapa unsur kimia penting seperti dapat dilihat di bawah.
Komposisi Kimia Sekam Padi
No. Komponen Kimia Sekam Persentase (%)1. Kadar Air 32,40 - 11,352. Protein Kasar 1,70 - 7,263. Lemak 0,38 - 2,984. Serat Kasar 31,37 - 49,925. Abu 13,16 - 29,046. Karbohidrat Kasar 33.717. Karbohidrat Zat Arang 1.338. Hidrogen 1.549. Oksigen 33.6410. Silika 16.9811. Pentosa 16,94 - 21,9512. Sellulosa 34,34 - 43,8013. Lignin 21,40 - 46,97NO. Komponen Kimia Abu Sekam Padi Persentase (%)
1. SiO2 86 - 97,30
2. K2O 0,58 - 2,50
3. Na2O 0,00 - 1,75
4. CaO 0,20 - 1,50
5. MgO 0,12 - 1,96
6. Fe2O3 0,00 - 0,54
7. P205 0,20 - 2,84
8. SO3 0,10 - 1,13
9. Cl 0,00 - 0,42
Kalium berperan sebagai aktivator dari berbagai enzim yang esensial dalam reaksi-reaksi fotosintesis dan respirasi, serta aktivator enzim yang terlibat dalam sintesis protein dan pati. Kalium juga merupakan ion yang berperan dalam mengatur tekanan turgor sel. Dalam kaitan dengan pengaturan turgor sel tersebut, peran yang penting adalah dalam proses membuka dan menutupnya stomata (Lakitan, 1993).
Jumlah kalium yang terangkut tanaman sangat tergantung kepada jenis, umur dan sifat tanaman. Sebagai ilustrasi tanaman padi dengan produksi rendah mengangkut kalium sebesar antara 30-60 kg/ha, tetapi pada produksi tinggi angka ini dapat melampaui 250 kg/ha (Nyakpa dkk. 1988).
(dari berbagai sumber)
Komposisi Abu Sekam Padi
(Sumber : Houston,D.F, 1972 dalam Sihombing)
Sekam mentah dan sekam bakar sebenarnya sama-sama bagus untuk tanaman, tergantung dari kita menggunakannya.
Berdasar analisis Japanese Society for Examining Fertilizer and Fodders, komposisi arang sekam paling banyak mengandung senyawa SiO2 sebanyak 52 % dan unsur C sebanyak 31 %. Komposisi lainnya adalah Fe203, K2O, MgO, CaO, MnO dan Cu dalam jumlah yang sangat kecil, juga mengandung bahan-bahan organik. Sedangkan menurut analisis Suyekti (1993) sekam bakar mengandung N 0,32 %, P 0,15 %, K 0,31 %, Ca 0,96 %, Fe 180 ppm, Mn 80,4 ppm Zn 14,10 ppm dan pH 6,8.
Sekam padi merupakan limbah yang mempunyai sifat-sifat antara lain: ringan, drainase dan aerasi yang baik, tidak mempengaruhi pH, ada ketersediaan hara atau larutan garam namun mempunyai kapasitas penyerapan air dan hara rendah dan harganya murah. Sekam padi mengandung unsur N sebanyak 1 % dan K 2 %. Pada umumnya sekam ini dibakar menjadi arang sekam yang berwarna hitam banyak digunakan untuk media hidroponik secara komersial di Indonesia (Rahardi, 1991). Sedangkan arang sekam, dapat mempengaruhi pH pada media tanam kita.
Sekam padi juga dapat dipakai sebagai media pengganti humus bambu pada tanaman suplir. Harga satu karung humus daun bambu Rp 1000,- dan satu karung sekam padi Rp 500,- (Utami, 1994). Arang sekam merupakan media yang steril sehingga sangat cocok untuk media tanam hidroponik maupun campuran tanah.
Sekam bakar yg biasa kita gunakan juga memiliki tingkat pembakaran yg berbeda tergantung penggunaannya. Sekam bakar yang hangus 50% untuk media tanam atau dicampur, tapi untuk semai bibit, adenium missalnya kurang baik, kedua yang hangus 100% ini baik untk media atau campuran dan juga baik untuk semai, lebih steril, soal kelembaban saat membuat tidak perlu diperhatikan, tapi saat aplikasinya ketanaman asal jangan becek aja. semua tanaman bisa tumbuh baik dg sekam bakar, keuntungan pakai media tanama sekam bakar adalah steril, poros, banyak unsur hara, ringan untuk mobilisasi, tapi harganya terbilang mahal, karena proses pembuatanya memakan waktu dan bahan bakar yang banyak.
Soepardi (1983) mengemukakan bahwa kadar kalium dalam abu sekam lebih kurang sama dengan 30 % K2O. Sistem perakaran tanaman dipengaruhi oleh kondisi tanah atau media tempat tumbuhnya. Faktor yang mempengaruhi pola penyebaran akar antara lain adalah penghalang mekanis, suhu tanah, aerasi, ketersediaan air dan ketersediaan unsur hara (Lakitan, 1993).
Karakteristik lain arang sekam adalah sangat ringan (Berat Jenis = 0,2 kg/l), kasar sehingga sirkulasi udara tinggi (banyak pori), kapasitas menahan air tinggi, berwarna coklat kehitaman sehingga dapat mengabsorbsi sinar matahari dengan efektif serta dapat mengurangi pengaruh penyakit khususnya bakteri (Douglas, 1985). Sedangkan pada sekam mentah sangat berpengaruh pada cuaca dan kadar air pada media, dapat menjadi sangat kering dan dapat pula membusuk jika media terlalu lembab.
Pada sebuah penilitian menunjukan pengaruh dari penggunaan media sekam mentah dan dicampur dengan sekam bakar 1:1 menunjukan perubahan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan media yang hanya menggunakan salah satunya. (SUMBER : Wuryaningsih, S. dan Darliah. 1994. Pengaruh Media Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Hias Pot Spathiphyllum )
Mungkin sudah banyak pembaca yang sudah paham tentang cara membuat sekam bakar dan fermentasi sekam mentah, jadi saya tidak akan membahas soal itu.
Tapi, ane hanya menyarankan untuk ikut menambahkan bahan organik lain saat melakukan proses pembakaran atau fermentasi sekam padi. Agar unsur hara yang terkandung dalam sekam tersebut lebih banyak dan dapat diserap lebih maksimal oleh tanaman..
Perbedaan Sekam Mentah dan Sekam Bakar Untuk Media Tanam
Posted by HOT Gardener on Rabu, 15 Agustus 2018
Label:
Hot Gardener,
Kandungan dan Manfaat,
Media Tanam,
Organik,
Perbedaan,
Sekam,
Sekam Bakar,
Tanaman
Kandungan nutrisi air kelapa
Menurut Wikipedia, Air kelapa adalah cairan yang berada di dalam kelapa hijau muda (buah dari pohon kelapa).
Air kelapa telah lama menjadi minuman populer di wilayah tropis, khususnya di India, Pesisir Brasil, Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik, Afrika, dan Caribbean.
Dalam 100 ml, tersedia 19 kalori, Air kelapa terdiri dari 95% air dan 4% karbohidrat , dengan protein dan jumlah lemak konten di bawah 1% masing-masing (tabel). Air kelapa mengandung vitamin serta mineral makanan dalam jumlah yang signifikan (rata-rata di bawah angka 10% dari Nilai kebutuhan gizi harian).
Air kelapa memiliki tingkat keasaman yang rendah, dan air kelapamerupakan media tumbuh yang baik bagi mikroba terutama dari kelompok bakteri . Air kelapa mengandung senyawa karbon dan nitrogen yang dibutuhkan bagi pertumbuhan mikroba. Selain mengandung senyawa karbon dan nitrogen, air kelapa juga mengandung gula yaitu glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Glukosa dan fruktosa yang terkandung dalam air kelapa merupakan gula sederhana (monosakarida) sehingga lebih mudah dimanfaatkan bakteri asam laktat. Mikroba-mikroba ini kemudian akan merubah gula dalam air kelapa menjadi senyawa asam (Kataren dan Jatmiko, 1985).
Itu lah sebabnya kenapa air kelapa sering dtambahkan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan poc(pupuk organik cair).
Air kelapa juga mengandung nutrisi alami yang kompleks. Kandungan nutrisi mikro yg cukup banyak mampu mncukupi kebutuhan tanaman. Tetapi unsur mikro yg brlebih dapat mnurunkan kadar unsur hara makro yg dserap tanaman. Seperti besi (Fe) , tembaga (Cu) , dan seng (Zn) dapat mempengaruhi penyerapan unsur posfor (P), dan kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dapat mempengaruhi unsur hara kalium (K) yg mnyebabkan tepi daun seperti terbakar. Hal ini dapat dmanfaatkan sebagai pengobatan overdosis unsur hara makro pada tanaman.
Caranya adalah dengan menyiram tanaman terlebih dahulu dengan air bersih, kemudian kita dapat menyiramkan air kelapa langsung ke tanah disekitar batang tanaman.
Manfaat dari air kelapa sendiri pada tanaman antara lain :
- Untuk pemulihan tanaman akibat stress, kekeringan, maupun pasca serangan hama dan penyakit. Ini dikarenakan air kelapa mengandung vitamin b1 yang dapat merangsang pertumbuhan tunas-tunas baru pada tanaman.
- Memperbaiki struktur tanah, dikarenakan tingkat keasamannya yang rendah sangat baik untuk perkembangan bakteri-bakteri penyubur dalam tanah.
- Nutrisi instan untuk tanaman. Sama halnya pada manusia, nutrisi pada air kelapa dapat langsung diserap oleh tanaman.
Itulah sedikit manfaat dari air kelapa pada tanaman yang mungkin belum kita ketahui.
Semoga bermanfaat,
Rendy Achmad
Agustus 15, 2018
New Google SEO
Bandung, Indonesia






