Cari Artikel
Tanah (soil) merupakan lapisan teratas dari bumi. Tanah merupakan tempat berlangsungnya kehidupan termasuk kita sebagai manusia. Tanah terbentuk dari pelapukan bebatuan dalam waktu yang lama bhkanhingga ratusan tahun. Proses pelapukan bebatuan ini terjadi oleh beberapa faktor seperti aktivitas mikroorganisme, perubahan suhu dan air. Itulah yang mempengaruhi perbedaan jenis tanah pada satu daerah dengan daerah lainnya. Tanah yang baik untuk tanaman harus memiliki beberapa komponen seperti mengandung mineral 50%, bahan organik 5% dan air 25%. Berikut Jenis dan karakteristik tanah beserta penyebarannya di Indonesia.
![]() |
| Sumber gambar : dikatama.com |
Tanah aluvial merupakan jenis tanah yang terjadi karena endapan lumpur biasanya yang terbawa karena aliran sungai. Tanah ini biasanya ditemukan dibagian hilir karena dibawa dari hulu. Tanah ini biasanya bewarna coklat hingga kelabu.
Karakteristik
Tanah ini sangat cocok untuk pertanian baik pertanian padi maupun palawija seperti jagung, tembakau dan jenis tanaman lainnya karena teksturnya yang lembut dan mudah digarap sehingga tidak perlu membutuhkan kerja yang keras untuk mencangkulnya.
Persebaran
Tanah ini banyak tersebar di Indonesia dari sumatera, Kalimantan, Sulawesi, papua ,nusa tengara timur dan jawa.
Tanah andosol
Tanah andosol merupakan salah satu jenis tanah vulkanik dimana terbentuk karena adanya proses vulkanisme pada gunung berapi. Tanah ini sangat subur dan baik untuk tanaman.
Karakteristik
Warna dari tanah andosol coklat keabu-an. Tanah ini sangat kaya dengan mineral, unsure hara, air dan mineral sehingga sangat baik untuk tanaman. Tanah ini sangat cocok untuk segala jenis tanaman yang ada di dunia. persebaran tanah andosol biasanya terdapat di daerah yang dekat dengan gunung berapi.
Persebaran
Di Indonesia sendiri yang merupakan daerah cincin api banyak terdapat tanah andosol seperti di daerah jawa, bali, sumatera dan nusa tenggara.
Tanah entisol
Tanah entisol merupakan saudara dari tanah andosol namun biasaya merupakan pelapukan dari material yang dikeluarkan oleh letusan gunung berapi seperti debu, pasir, lahar, dan lapili.
Karakteristik
Tanah ini juga sangat subur dan merupakan tipe tanah yang masih muda. Tanah ini biasanya ditemukan tidak jauh dari area gunung berapi bisa berupa permukaan tanah tipis yang belum memiliki lapisan tanah dan berupa gundukan pasir seperti yang ada di pantai parangteritis Jogjakarta.
Persebaran
Persebaran tanah entisol ini biasanya terdapat disekitar gunung berapi seperti di pantai parangteritis Jogjakarta, dan daerah jawa lainnya yang memiliki gunung berapi.
Tanah grumusol
Tanah grumusol terbentuk dari pelapukan batuan kapur dan tuffa vulkanik. Kandungan organic di dalamnya rendah karena dari batuan kapur jadi dapat disimpulkan tanah ini tidak subur dan tidak cocok untuk ditanami tanaman.
Karakteristik
Tekstur tanahnya kering dan mudah pecah terutama saat musim kemarau dan memiliki warna hitam. Ph yang dimiliki netral hingga alkalis. Tanah ini biasanya berada di permukaan yang tidak lebih dari 300 meter dari permukaan laut dan memiliki bentuk topografi datar hingga bergelombang. Perubahan suhu pada daerah yang terdapat tanah grumusol sangat nyata ketika panas dan hujan.
Persebaran
Persebarannya di Indonesia seperti di Jawa Tengah (Demak, Jepara, Pati, Rembang), Jawa Timur (Ngawi, Madiun) dan Nusa Tenggara Timur. Karena teksturnya yang kering maka akan bagus jika ditanami vegetasi kuat seperti pohon trembesi
Tanah humus
Tanah humus merupakan tanah yang terbentuk dari pelapukan tumbuh-tumbuhan. Mengandung banyak unsur hara dan mineral dan sangat subur.
Karakteristik
Tanah Humus sangat baik untuk melakukan cocok tanam karena kandungannya yang sangat subur dan baik untuk tanaman. Tanah ini memiliki unsur hara dan mineral yang banyak karena pelapukkan tumbuhan hingga warnanya agak kehitam hitaman.
Persebaran
Tanah ini terdapat di daerah yang ada banyak hutan. Persebarannya di Indonesia meliputi daerah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Papua dan sebagian wilayah dari Sulawesi
Tanah Inseptisol
Inseptol terbentuk dari batuan sedimen atau metamorf dengan warna agak kecoklatan dan kehitaman serta campuran yang agak keabu-abuan. Tanah ini juga dapat menopang pembentukan hutan yang asri.
Karakteristik
Ciri-ciri tanah ini adalah adanya horizon kambik dimana horizon ini kurang dari 25% dari horizon selanjutnya jadi sangatlah unik. Tanah ini cocok untuk perkebunan seperti perkebunan kelapa sawit.Serta untuk berbagai lahan perkebunan lainnya seperti karet.
Persebaran
Tanah inseptisol tersebar di berbagai derah di Indonesia seperti di sumatera, Kalimantan dan papua
Tanah Laterit
Tanah laterit memiliki warna merah bata karena mengandung banyak zat besi dan alumunium. Di indonesia sendiri tanah ini sepertinya cukup fimiliar di berbagai daerah, terutama di daerah desa dan perkampungan.
Karakteristik
Tanah laterit termasuk dalam jajaran tanah yang sudah tua sehingga tidak cocok untuk ditanami tumbuhan apapun dan karena kandungan yang ada di dalamnya pula.
Persebaran
Persebarannya sendiri di Indonesia meliputi Kalimantan, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Tanah Latosol
Jenis tanah ini juga salah satu yang terdapat di Indonesia, tanah ini terbentuk dari pelapukan batuan sedimen dan metamorf.
Karakteristik
Ciri-ciri dari tanah latosol adalah warnanya yang merah hingga kuning, teksturnya lempung dan memiliki solum horizon. Persebaran tanah litosol ini berada di daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan kelembapan yang tinggi pula serta pada ketinggian berkisar pada 300-1000 meter dari permukaan laut. Tanah latosol tidak terlalu subur karena mengandung zat besi dan alumunium.
Persebaran
Persebaran tanah latosol di daerah Sulawesi, lampung, Kalimantan timur dan barat, Bali dan Papua.
Tanah Litosol
Tanah litosol merupakan tanah yang baru mengalami perkembangan dan merupakan tanah yang masih muda. Terbentuk dari adanya perubahan iklim, topografi dan adanya vulkanisme.
Karakteristik
Untuk mengembangkan tanah ini harus dilakukan dengan cara menanam pohon supaya mendapatkan mineral dan unsur hara yang cukup. tekstur tanah litosol bermacam-macam ada yang lembut, bebatuan bahkan berpasir.
Persebaran
Biasanya terdapat pada daerah yang memiliki tingkat kecuraman tinggi seperti di bukit tinggi, nusa tenggara barat, Jawa tengah, Jawa barat
Tanah kapur
Seperti dengan namanya tanah kapur berasal dari batuan kapur yang mengalami pelapukan.
Karakteristik
Karena terbentuk dari tanah kapur maka bisa disimpulkan bahwa tanah ini tidak subur dan tidak bisa ditanami tanaman yang membutuhkan banyak air. Namun jika ditanami oleh pohon yang kuat dan tahan lama seperti pohon jati dan pohon keras lainnya.
Persebaran
Tanah kapur tersebar di daerah yang kering seperti di gunung kidul Yogyakarta, dan di daerah pegunungan kapur seperti di Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur.
Tanah Mergel
Hampir sama dengan tanah kapur, jenis tanah ini juga berasal dari kapur, namun dicampur dengan berbagai bahan lainnya yang membedakan adalah ia lebih mirip seperti pasir. Tanah mergel terbentuk dari batuan kapur, pasir dan tanah liat dan mengalami pembentukan dengan bantuan hujan namun tidak merata.
Karakteristik
Tanah ini subur dan bisa ditanami oleh persawahan dan perkebunan. Selain itu juga terdapat banyak mineral dan air di dalamnya.
Persebaran
Tanah ini banyak terdapat di daerah dataran rendah seperti di Solo (Jawa Tengah), Madiun dan Kediri (Jawa Timur).
Tanah Organosol
Tanah organosol terbentuk dari pelapukan benda organic seperti tumbuhan, gambut dan rawa. Biasanya terdapat di daerah yang memiliki iklim basah dan memiliki curah hujan tinggi.
Karakteristik
Ketebalan dari tanah ini sangat minim hanya 0.5 mm saja dan memiliki diferensiasi horizon yang jelas, kandungan organic di dalam tanah organosol lebih dari 30% dengan tekstur lempung dan 20% untuk tanah yang berpasir. Kandungan unsur hara rendah dan memiliki tingkat kelembapan rendah (PH 0,4) saja.
Persebaran
Tanah ini biasanya ditemukan di daerah pantai dan hampir tersebar di seluruh pulau di Indonesia seperti sumatera, papua, Kalimantan, jawa, Sulawesi dan nusa tenggara.
Tanah Oxisol
Tanah oxisol merupakan tanah yang kaya akan zat besi dan alumunium oksida. Tanah jenis ini juga sering kita temui di daerah tropis di Indonesia dari daerah desa hingga perkotaan.
Karakteristik
Ciri-ciri dari tanah oxisol ini antara lain adalah memiliki solum yang dangkal dan ketebalannya hanya kurang dari 1 meter saja. warnanya merah hingga kuning dan memiliki tekstur halus seperti tanah liat.
Persebaran
Biasanya terdapat di daerah beriklim tropis basah dan cocok untuk perkebunan subsisten seperti tebu, nanas, pisang dan tumbuhan lainnya.
Tanah Padas
Tanah padas sebenarnya tidak juga bisa dibilang sebagai tanah karena sangat keras hampir seperti dengan batuan.
Karakteristik
Hal ini dikarenakan kandungan air didalamnya hampir tidak ada karena tanah padas sangat padat bahkan tidak ada air. Unsur hara yang ada di dalamnya sangat rendah dan kandungan organiknya sangat rendah bahkan hampir tidak ada. Tanah padas tidak cocok digunakan untuk bercocok tanam.
Persebaran
Jenis tanah ini tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia secara merata.
Tanah Pasir
Seperti dengan namanya tanah pasir merupakan pelapukan dari batuan pasir. Tanah ini biasanya banyak di daerah sekitar pantai atau daerah kepulauan.
Karakteristik
Tanah pasir tidak memiliki kandungan air dan mineral karena teksturnya yang sangat lemah. Tanah pasir akan sangat mudah ditemukan di daerah yang berpasir di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah tanah pasir terluas di dunia. Jenis tanaman yag cocok untuk tanah ini adalah umbi-umbian.
Persebaran
Hampir seluruh wilayah di Indonesia memiliki persebaran tanah pasir.
Tanah podsol
tanah podsol memiliki berbagai campuran tekstur mulai pasir hingga bebatuan kecil.
Karakteristik
Ciri-ciri dari tanah podsol antara lain tidak memiliki perkembangan profil, warnanya kuning hingga kuning keabuan serta memiliki tekstur pasir hingga lempung. Kandungan organiknya sangat rendah karena terbentuk dari curah hujan yang tinggi tapi suhunya rendah.
Persebaran
Persebaran tanah ini antara lain meliputi Kalimantan utara, Sulawesi utara dan papua serta daerah lainnya yang tidak pernah kering alias selalu basah.
Tanah Podsolik Merah Kuning
Tanah ini sangat mudah ditemukan di seluruh wilayah Indonesia karena persebarannya yang hampir rata.
Karakteristik
Tanah ini bewarna merah hingga kuning dan kandungan organic serta mineralnya akan sangat mudah mengalami pencucian oleh air hujan. Oleh karena itu untuk menyuburkan tanah ini harus ditanami tumbuhan yang memberikan zat organic untuk kesuburan tanah serta pupuk baik hayati maupun hewani.
Persebaran
Tanah ini dapat digunakan untuk perkebunan dan persawahan serta dapat ditemukan di Sumatera, Sulawesi, Papua, Kalimantan dan Jawa terutama jawa bagian barat.
Tanah Liat
Tanah liat adalah jenis tanah yang terdiri dari campuran dari aluminium serta silikat yang memiliki diameter tidak lebih dari 4 mikrometer. Tanah liat terbentuk dari adanya proses pelapukan batuan silika yang dilakukan oleh asam karbonat dan sebagian diantaranya dihasilkan dari aktivitas panas bumi.
Kateristik
Tanah liat ini tersebar sebagian besar wilayah Indonesia secara merata. Biasanya digunakan untuk membuat kerajinan hingga keperluan lainnya. Tanah liat biasanya memiliki warna abu abu pekat atau hampir mengarah ke warna hitam, biasanya terdapat di bagian dalam tanah ataupun di bagian permukaan.
Pensebaran
Tanah liat hampir tersebar secara merata di seluruh wilayah di Indonesia, hanya yang membedakannya adalah kedalaman tanah tersebut.
Rendy Achmad September 10, 2018 New Google SEO Bandung, Indonesia
Jenis dan Karakteristik Tanah Beserta Penyebarannya di Indonesia
Posted by HOT Gardener on Senin, 10 September 2018
Label:
Aluvial,
Andosol,
Entisol,
Humus,
Indosnesia,
Jenis,
Kapur,
Karakteristik,
Laterit,
Latosol,
Liat,
Litosol,
Media Tanam,
Mergel,
Organosol,
Padas,
Pasir,
Persebaran,
Tanah
![]() |
| Sumber Foto : tanamedia.com |
Arang adalah residu hitam berisi karbon tidak murni yang dihasilkan dengan menghilangkan kandungan air dan beberapa mineral dari hewan dan tumbuhan. Arang umumnya didapatkan dengan memanaskan kayu, gula, tulang, dan benda lain. Arang yang hitam, ringan dan mudah hancur dan menyerupai batu bara ini terdiri dari 85% sampai 98% karbon, sisanya adalah abu dan unsur kimia lainnya.
Jenis jenis arang
1. Arang Kayu
Arang kayu adalah arang yang terbuat dari bahan dasar kayu yang masih sehat dan belum membusuk. Arangkayu biasa digunakan untuk keperluan memasak, mesia penjernih air, dalam bidang kesehatan dan masih banyak lagi.
2. Arang Serbuk Gergaji
Arang serbuk gergaji biasanya dimanfaatkan untuk bahan bakar, campuran pupuk dandapat di olah menjadi beriket arang.
3. Arang Sekam Padi
Dikarenakan kemampuannya dalam menyerap dan menyimpan air, arang sekam padi biasa digunakan untuk campuran pupuk dan media tanam dan juga biasa digunakan untuk bahan baku briket arang.
4. Arang Tempurung Kelapa
Tempurung kelapa yang dapat dijadikan arang yaitu dari kelapa yang yang sudah tua, karena sifatnya yang padat dan kandungan airnya yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan kelapa yang masih muda.
5. Arang Seresah
Arang jenis ini biasanya terbuat dari seresah atau sampah dedaunan. Arang seresah juga dapat dijadikan briket arang karena mudah dihancurkan.
6. Arang Kulit Buah Mahoni
Kulit buah mahin jika kita lihat secara kasat mata memang memiliki tekstur yang keras dan padat oleh karena itu harang dihasilkan dari kulit mahoni juga memiliki kualitas yang cukup baik. jika dibakar akan menghasilkan panas yang tinggi dan tahan lama serta asap yang dikeluarkan pun sedikit.
7. Briket Arang
Briket arang adalah arang yang terbuat dari arang yang dihaluskan kemudian dicampur dengan tepung kanji dan dicetak sesuai kebutuhan. Jenis arang yang biasa dijadikan briket arang adalah arang sekam, arang serbuk gergaji, arang seresah atau dari arang lain yang berukuran kecil.
Penggunaan arang pada media tanam
Kandungan mineral dan kemampuan arang yang sangat baik dalam menyerap dan menyimpan air ini lah yang menjadi landasan penggunaan arang untuk campuran media tanam.
Penggunaan arang untuk media tanam sebenarnya sudah dilakukan oleh manusia sejak jaman dahulu. Seperti cerita tentang Terra Preta atau tanah hitam di pedalaman hutan Amazon. Terra petra sendiri merupakan lapisan tanah yang berada di pedalaman hutan Amazon yang mengandung arang dan kaya akan mikroorganisme dan nutrisi untuk tanaman. Dan masyarakat di Indonesia pun sudah sajak dahulu menggunakan abu dan arang dari seresah daun, kayu maupun sisa panen yang dibakar dan disebarkan di ladang maupun perkebunan mereka. Karena disamping kandungan mineral yang terkandung di dalamnya, arang juga terbukti dapat meningkatkan aktifitas mikroorganisme tanah dan menekan cendawan dan penyakit yang merugikan untuk tanaman.
Tips memilih arang yang baik
- Mudah dipatahkan, arang yang sudah terbakar sempurna atau tidak berbentuk kayu akan mudah sekali dipatahkan
- Bila dipatahlkan bagian dalam akan terlihat mengkilat seperti kristal, Kandungan karbon yang tinggi pada arang akan menciptakan pantulan cahaya seperti pada kristal.
- Bila direndam air akan tenggelam, arang yang baik ialah arang yang memiliki masa jenis yang besar dan bisa kita lihat jika kita memasukkannya ke dalam air maka ia akan tenggelam.
- Memiliki kandungan abu yg sedikit, Kandungan abuyang tinggi pada arang dapat meracuni tanaman, oleh sebab itu pilih lah arang dengan kandungan abu yang sedikit.
Cara menggunakan arang untuk campuran media tanam :
- Ambil arang kayu atau lebih bagus dapat menggunakan arang sekam dan cuci dengan air mengalir untuk menghilangkan kadar abu yang tersisa.
- Pecahkan arang sampai seukurang kelereng atau lebih kecil lagi.
- Rendam arang dalam pupuk kimia atau POC yang sudah dicampur dengan fungisida selama 1 hari 1 malam (24jam).
- Campurkan pada media tanam dengan komposisi 20% arang dari total keseluruhan media
Manfaat penggunaan arang untuk campuran media tanam :
Rendy Achmad
September 06, 2018
New Google SEO
Bandung, Indonesia- Mengurangi pemakaian pupuk
- Menekan perkembangan hama dan penyakit pada tanah.
- Meningkatkan perkembangan dan aktifitas mikroorganisme pada media tanam
Demikianlah Manfaat Arang Untuk Campuran Media Tanam.
Semoga bermanfaat,

Menurut Wikipedia, Sekam adalah bagian dari bulir padi-padian (serealia) berupa lembaran yang kering, bersisik, dan tidak dapat dimakan, yang melindungi bagian dalam (endospermium dan embrio). Sekam dapat dijumpai pada hampir semua anggota rumput-rumputan (Poaceae), meskipun pada beberapa jenis budidaya ditemukan pula variasi bulir tanpa sekam (misalnya jagung dan gandum).
Secara anatomi, sekam terbentuk dari bagian perhiasan bunga padi-padian (spikelet) yang disebut gluma, palea, dan lemma. Pada tongkol jagung konsumsi, ketiga bagian ini tereduksi sehingga tampak seperti sisik pada permukaan tongkol. Pada padi, gluma mirip seperti dua duri kecil di bagian pangkal. Palea adalah bagian penutup yang kecil, sedangkan lemma adalah bagian penutup yang besar dan pada varietas tertentu memiliki "bulu" (awn). Pada bunga gandum, ketiga bagian ini berkembang baik.
Sekam diperlukan untuk keperluan penanaman ulang tanaman ini. Bulir tanpa sekam (disebut beras untuk padi) tidak dapat digunakan sebagai bahan tanam, kecuali pada kultivar tanpa sekam.
Spikelet (bunga padi-padian) sejenis gandum yang disebut einkorn.
Bulir dari berbagai tanaman pangan yang didomestikasi memiliki sekam yang mudah lepas. Tipe-tipe primitif padi, gandum, serta beberapa biji-bijian lainnya bijinya cenderung tertutup rapat oleh sekam. [1] Kultivar-kultivar modern gandum dan padi memiliki sekam yang mudah lepas atau mudah dipecah ketika digiling.
Proses pemisahan sekam dari isinya dulu dilakukan dengan penumbukan gabah memakai alat tumbuk (biasanya berupa alu dengan pemukulnya). Pada masa kini orang memakai mesin giling dan prosesnya disebut penggilingan. Penggilingan atau penumbukan akan menghasilkan beras yang masih tercampur dengan sisa-sisa sekam atau pengotor lainnya. Tahap pembersihan berikutnya adalah pengayakan; secara tradisional dilakukan dengan melemparkannya ke udara sehingga bagian yang lebih berat terpisah dari bagian yang ringan.
Sekam tidak sama dengan bekatul (atau bran). Bekatul termasuk bagian dari endospermium dan terbentuk dari lapisan aleuron dan perikarp yang melekat.
Sekam tidak dapat dimakan. Ia digunakan terutama sebagai alas kandang karena sangat higroskopis sehingga menyerap cairan atau kelembaban. Beberapa hewan dapat menoleransi sekam sehingga campuran pakannya mengandung sekam. Selain itu, sekam dapat dibakar di ladang untuk dicampurkan ke tanah. Suatu teknik hidroponik murah telah dikembangkan menggunakan arang sekam sebagai media untuk menahan tanaman.
Ditinjau data komposisi kimiawi, sekam mentah dan sekam bakar mengandung beberapa unsur kimia penting seperti dapat dilihat di bawah.
Komposisi Kimia Sekam Padi
No. Komponen Kimia Sekam Persentase (%)1. Kadar Air 32,40 - 11,352. Protein Kasar 1,70 - 7,263. Lemak 0,38 - 2,984. Serat Kasar 31,37 - 49,925. Abu 13,16 - 29,046. Karbohidrat Kasar 33.717. Karbohidrat Zat Arang 1.338. Hidrogen 1.549. Oksigen 33.6410. Silika 16.9811. Pentosa 16,94 - 21,9512. Sellulosa 34,34 - 43,8013. Lignin 21,40 - 46,97NO. Komponen Kimia Abu Sekam Padi Persentase (%)
1. SiO2 86 - 97,30
2. K2O 0,58 - 2,50
3. Na2O 0,00 - 1,75
4. CaO 0,20 - 1,50
5. MgO 0,12 - 1,96
6. Fe2O3 0,00 - 0,54
7. P205 0,20 - 2,84
8. SO3 0,10 - 1,13
9. Cl 0,00 - 0,42
Kalium berperan sebagai aktivator dari berbagai enzim yang esensial dalam reaksi-reaksi fotosintesis dan respirasi, serta aktivator enzim yang terlibat dalam sintesis protein dan pati. Kalium juga merupakan ion yang berperan dalam mengatur tekanan turgor sel. Dalam kaitan dengan pengaturan turgor sel tersebut, peran yang penting adalah dalam proses membuka dan menutupnya stomata (Lakitan, 1993).
Jumlah kalium yang terangkut tanaman sangat tergantung kepada jenis, umur dan sifat tanaman. Sebagai ilustrasi tanaman padi dengan produksi rendah mengangkut kalium sebesar antara 30-60 kg/ha, tetapi pada produksi tinggi angka ini dapat melampaui 250 kg/ha (Nyakpa dkk. 1988).
(dari berbagai sumber)
Komposisi Abu Sekam Padi
(Sumber : Houston,D.F, 1972 dalam Sihombing)
Sekam mentah dan sekam bakar sebenarnya sama-sama bagus untuk tanaman, tergantung dari kita menggunakannya.
Berdasar analisis Japanese Society for Examining Fertilizer and Fodders, komposisi arang sekam paling banyak mengandung senyawa SiO2 sebanyak 52 % dan unsur C sebanyak 31 %. Komposisi lainnya adalah Fe203, K2O, MgO, CaO, MnO dan Cu dalam jumlah yang sangat kecil, juga mengandung bahan-bahan organik. Sedangkan menurut analisis Suyekti (1993) sekam bakar mengandung N 0,32 %, P 0,15 %, K 0,31 %, Ca 0,96 %, Fe 180 ppm, Mn 80,4 ppm Zn 14,10 ppm dan pH 6,8.
Sekam padi merupakan limbah yang mempunyai sifat-sifat antara lain: ringan, drainase dan aerasi yang baik, tidak mempengaruhi pH, ada ketersediaan hara atau larutan garam namun mempunyai kapasitas penyerapan air dan hara rendah dan harganya murah. Sekam padi mengandung unsur N sebanyak 1 % dan K 2 %. Pada umumnya sekam ini dibakar menjadi arang sekam yang berwarna hitam banyak digunakan untuk media hidroponik secara komersial di Indonesia (Rahardi, 1991). Sedangkan arang sekam, dapat mempengaruhi pH pada media tanam kita.
Sekam padi juga dapat dipakai sebagai media pengganti humus bambu pada tanaman suplir. Harga satu karung humus daun bambu Rp 1000,- dan satu karung sekam padi Rp 500,- (Utami, 1994). Arang sekam merupakan media yang steril sehingga sangat cocok untuk media tanam hidroponik maupun campuran tanah.
Sekam bakar yg biasa kita gunakan juga memiliki tingkat pembakaran yg berbeda tergantung penggunaannya. Sekam bakar yang hangus 50% untuk media tanam atau dicampur, tapi untuk semai bibit, adenium missalnya kurang baik, kedua yang hangus 100% ini baik untk media atau campuran dan juga baik untuk semai, lebih steril, soal kelembaban saat membuat tidak perlu diperhatikan, tapi saat aplikasinya ketanaman asal jangan becek aja. semua tanaman bisa tumbuh baik dg sekam bakar, keuntungan pakai media tanama sekam bakar adalah steril, poros, banyak unsur hara, ringan untuk mobilisasi, tapi harganya terbilang mahal, karena proses pembuatanya memakan waktu dan bahan bakar yang banyak.
Soepardi (1983) mengemukakan bahwa kadar kalium dalam abu sekam lebih kurang sama dengan 30 % K2O. Sistem perakaran tanaman dipengaruhi oleh kondisi tanah atau media tempat tumbuhnya. Faktor yang mempengaruhi pola penyebaran akar antara lain adalah penghalang mekanis, suhu tanah, aerasi, ketersediaan air dan ketersediaan unsur hara (Lakitan, 1993).
Karakteristik lain arang sekam adalah sangat ringan (Berat Jenis = 0,2 kg/l), kasar sehingga sirkulasi udara tinggi (banyak pori), kapasitas menahan air tinggi, berwarna coklat kehitaman sehingga dapat mengabsorbsi sinar matahari dengan efektif serta dapat mengurangi pengaruh penyakit khususnya bakteri (Douglas, 1985). Sedangkan pada sekam mentah sangat berpengaruh pada cuaca dan kadar air pada media, dapat menjadi sangat kering dan dapat pula membusuk jika media terlalu lembab.
Pada sebuah penilitian menunjukan pengaruh dari penggunaan media sekam mentah dan dicampur dengan sekam bakar 1:1 menunjukan perubahan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan media yang hanya menggunakan salah satunya. (SUMBER : Wuryaningsih, S. dan Darliah. 1994. Pengaruh Media Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Hias Pot Spathiphyllum )
Mungkin sudah banyak pembaca yang sudah paham tentang cara membuat sekam bakar dan fermentasi sekam mentah, jadi saya tidak akan membahas soal itu.
Tapi, ane hanya menyarankan untuk ikut menambahkan bahan organik lain saat melakukan proses pembakaran atau fermentasi sekam padi. Agar unsur hara yang terkandung dalam sekam tersebut lebih banyak dan dapat diserap lebih maksimal oleh tanaman..
Perbedaan Sekam Mentah dan Sekam Bakar Untuk Media Tanam
Posted by HOT Gardener on Rabu, 15 Agustus 2018
Label:
Hot Gardener,
Kandungan dan Manfaat,
Media Tanam,
Organik,
Perbedaan,
Sekam,
Sekam Bakar,
Tanaman





